Drama Jepang, Movie Jepang, Sinopsis Drama Jepang, Review, Fan Fiction, NEWS

Tuesday, June 04, 2013

SYNOPSIS: 35 sai no Koukousei episode 01 – part 1


The synopsis and screen caps below are originally made by Kelana. If you want to copy/repost at another site/blog, please TAKE IT WITH FULL CREDIT. Enjoy minna-san . . . ^_^V

~ Toilet makan siang? Rasanya lebih enak makan di toilet? ~
Seorang pria tampak berlari tanpa tujuan, menabrak orang-orang yang berjalan di trotoar. Ia kemudian naik ke sebuah gedung dan berdiri di lantai paling atas.
“Kami baru mendapat kabar idenditasnya. Pria yang mengancam akan melompat dari atap gedung ini adalah seorang guru SMA di kota ini berusia 42 tahun. Surat yang ditinggalkannya di berikan pada media.”
Ini protesku. Sekolah sekarang bukan tempat untuk pendidikan. Aku ingin kalian tahu. Tidak ada alasan untuk penaklukan. Sekolah jaman sekarang adalah ... neraka. Dan pria itu kemudian melompat.

Di sebuah tempat, entah dimana. Gelap dan tampak kusam. Hanya ada sedikit cahaya yang datang dari atapnya yang transparan. Selebihnya gelap. Seseorang berkerudung tampak mematikan televisi, yang menanyangkan berita bunuh diri guru tadi. Ponselnya kemudian berbunyi.
“Ini sedikit lebih cepat dari perkiraan, tapi bisakah kau datang hari ini?” ujar suara diseberang. Suara laki-laki.
“Baiklah,” ujar orang berkerudung itu. Ia membuka kerudung yang menutupi kepalanya. Rambutnya tampak acak-acakkan, tapi jelas dia seorang perempuan. Matanya teralihkan ke sebuah buku yang kertasnya nyaris menguning di meja sampingnya. Ia meraba buku itu, pelan.
Koizumi Junichi-sensei (Mizobata Junpei) adalah seorang guru muda berusia 23 tahun yang karena suatu alasan dipindahkan dari sekolah elit SMA Kaishen—tempat ia mengajar sebelumnya—ke sekolah tingkat tiga, yang sama sekali jauh berbeda dengan sekolah lamanya. Ini hari pertamanya di sekolah baru.
Tiba-tiba muncul guru lain yang sok percaya diri dan seakan mampu membaca isi hati Koizumi-sensei. Kepala sekolah memperkenalkannya sebagai salah satu guru disana, Ninagawa-sensei. Lalu muncul guru lain. Lebih tepatnya konselor sekolah yang ceria.
“Saya konselor sekolah, Nagamine Akari. Datanglah sewaktu-waktu. Sekarang sepertinya guru lebih membutuhkan konseling dibanding siswa. Oh! Tidak usah khawatir soal biaya, ada diskon untuk sesama guru!”
Koizumi-sensei Cuma nyengir melihat ulah orang-orang di depannya ini. (sumpeh deh, masih aneh aja manggil Junpei dengan nama perannya tapi ditambahi embel2 sensei. Biasanya kan doski yang jadi anak sekolahnya. Tapi harus dibiasakan ya, xixixixixi)
“Kau fans mereka kan? Ini Cuma 7500 yen untuk 5 tiket. Kau bisa menjabat tangan mereka. ayo beli!”
Di sebuah kelas yang gelap dan tidak terpakai, ada beberapa anak berkumpul. Mereka tampak memaksakan pembelian tiket bertemu idol pada seorang yang lain, dengan harga tinggi.
Sebuah mobil biru melintas cepat lalu memasuki halaman sebuah sekolah. Sesosok wanita berkacamata tampak turun dari mobil itu. Ia lalu berjalan melintasi halaman dengan cepat menuju ruang olahraga sekolah. Tidak jauh darisana, dari atap gedung sekolah ada seseorang yang tampak memperhatikan kedatangan mobil tadi.
Di tempat lain, ada seorang siswi yang tengah asyik duduk di toilet sambil menyantap makan siangnya. Ia seolah tidak terganggu oleh yang terjadi di luar.
Sementara itu di sebelah luar, tampak beberapa siswi bekumpul. Mereka mulai bergosip, tertawa dan berteriak sesuka mereka. Tidak lama setelahnya gerombolan siswi ini bubar karena pengumuman untuk berkumpul di gedung olahraga.
Rupanya hari ini adalah hari pertama masuk di tahun ajaran baru. Seluruh siswa sekolah itu berkumpul di aula untuk mendapatkan pengarahan dari kepala sekolah. Tapi sepertinya tidak ada yang mendengarkan atau peduli dengan apa yang dikatakan kepala sekolah. Anak-anak mulai bosan. Kepala sekolah akhirnya memperkenalkan seorang guru baru, Koizumi Junichi yang akan mengajar bahasa Jepang untuk kelas tahun ketiga. Tapi belum selesai perkenalan itu, pintu di belakang ruang olahraga itu terbuka. Dan muncullah seorang wanita cantik dengan gaun merah dan berkacamata yang kemudian berjalan pelan masuk ke ruang olahraga itu.
Guru-guru dan anak-anak heboh melihat wanita cantik itu. Beberapa anak berpikir kalau itu guru baru, tapi tampak kalau guru-guru pun tidak mengenalnya. Mereka akhirnya berpikir kalau wanita itu orang tua salah satu siswa.
Tapi ucapan kepala sekolah membuat seisi ruang olahraga lebih tercengang, “Dia siswa baru. Dia akan menjadi salah satu bagian dari kita mulai hari ini.”
SMA masa kini seperti tanah kosong tersia-sia. Bullying, bolos, depresi. Seperti harus bernafas di bawah air untuk bertahan. Dan tidak hanya untuk siswa. Guru dan orang tua pun harus meminta maaf untuk kesalahan mereka. Hanya ada sedikit harapan sekarang. Tapi jika seperti ini, kegelapan tidak akan berakhir. Bisakah siswa SMA berusia 35 tahun menemukan sesuatu?
Kepala sekolah melihat form data siswa baru itu. Alamat tidak diketahui, riwayat sekolah tidak diketahui, wali tidak diketahui dan beberapa isian lain yang tertulis tidak diketahui.
Siswi baru tadi ke ruang loker. Ia menukar pakaian modisnya dengan seragam SMA seperti layaknya siswa yang lain. Tidak tampak kalau ia berbeda dengan siswa lain. Pun saat ia berjalan di lorong sekolah menuju kelasnya. Ia sudah menjadi pusat perhatian seisi sekolah.
Ruang guru ramai. Guru-guru ingin tahu sebenarnya siapa wanita itu, dan kenapa dia menjadi siswa baru di sekolah.
“Pengawas pendidikan mengatakan padaku untuk menerimanya disini,” ujar kepala sekolah.
“Dia mantan dropout yang ingin menyelesaikan sekolah,” lanjut wakil kepala sekolah.
Reaksi para guru bermacam-macam. Ada yang tidak suka karena mungkin akan muncul masalah baru, ada yang senang karena ia wanita lebih tua dan tampak seksi. Dan ada yang heboh karena ingin menelitinya. Yang paling syok Koizumi-sensei, karena kepala sekolah memasukkan siswi baru ini ke kelas yang dipegang Koizumi-sensei, kelas 3A.
Wanita itu memperkenalkan diri di kelas. Ia menuliskan namanya di papan tulis, Baba Ayako (Yonekura Ryoko). (note:Baba juga merupakan kata kasar untuk wanita tua atau tante-tante). Seisi kelas langsung heboh menertawakannya. Anak-anak langsung penasaran berapa usia wanita ini. Dan Koizumi-sensei mengatakan kalau dia 35 tahun. Anak-anak tambah heboh menertawakannya. Ada yang mengatakan double usia mereka, ada yang mengatakan seksi.
“Tenang semua! Baba-san, ah Baba. Katakan kenapa kau datang kesini?” ujar Kozumi-sensei kemudian. (jadi ceritanya disini Koizumi-sensei itu canggung, di satu sisi Baba lebih tua darinya, jadi ia memanggilnya –san, tapi di sisi lain Baba adalah siswanya)
Baba bingung menjawabnya, “Aku ingin memiliki banyak teman. Yoroshiki onegashimasu!” ujarnya kemudian.
Tapi ini juga kembali mengundang tawa seisi kelas.
Pelajaran dikelas dimulai. Seperti siswa normal, Baba mengikuti semua pelajaran itu. Ia bahkan membuat catatan pada pelajaran dimana teman-temannya tampak sama sekali tidak memperhatikan si guru yang mengajar di depan. Rupanya sikapnya ini membuat anak-anak lain menggosipkannya sebagai si rajin. Saat sensei memberikan pertanyaan, materi sejarah dengan mudah dijawabnya. Anak-anak pun kembali bergosip dan memposting di twitter. Lalu pelajaran matematika yang juga mudah diikuti oleh Baba. Anak-anak semakin gencar menggosipkannya.
Tiba mata pelajaran bahasa Jepang. Rupanya Baba gagal membaca karakter yang dituliskan Koizumi-sensei di papan tulis. Anak-anak lain kembali menggosipkannya, kalau Baba tidak cakap dalam pelajaran bahasa Jepang.
Jam istirahat, Kozumi-sensei kembali ke ruang guru. Kepala sekolah menyapanya dan menanyakan bagaimana hari pertama mengajar. Koizumi-sensei mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.
Tiba-tiba wakil kepala sekolah heboh. Ia mengatakan kalau pengawas pendidikan Asada akan melakukan kunjungan mendadak. Kepala sekolah dan para guru lain heboh, mereka bahkan memberikan julukan Kaiser pada pengawas Asada itu. Koizumi-sensei yang masih baru heran dengan sebutan itu. Salah seorang guru menjelaskan kalau pengawas Asada adalah anggota pengawas pendidikan yang cukup keras. Rumor mengatakan kalau ia akan memecat kepala sekolah di tempat kalau menemukan ada yang salah. Dia seperti raja, jadi terkenal dipanggil Kaiser. Guru-guru lain heboh mulai membereskan meja mereka.
“Selamat siang!” ujar sebuah suara tegas tiba-tiba. Dia pengawas Asada.
“Ah, Pengawas,” sikap kepala sekolah langsung melunak. Ia mengajak pengawas Asada untuk keluar dari ruang guru.
Kalau tadi mereka melakukannya di kelas kosong, sekarang gerombolan siswa itu memaksa pembelian tiket idols di belakang sekolah.
“Tapi ini palsu,” elak siswa gemuk itu ketakutan. Tapi gerombolan tadi malah semakin memaksanya.
Baba rupanya melihat kejadian itu. Ia lalu mendekati mereka dan merebut tiket itu, “Ini palsu,” komentarnya lalu beranjak pergi sambil mengeluaran ponselnya.
“Hey!”
Rupanya Baba memanggil polisi. Sekolah langsung heboh. Kepala sekolah kalang kabut, apalagi hari itu ada kunjungan dari pengawas Asada. Tapi karena kesaksian yang tidak kuat, akhirnya kepala sekolah bisa meyakinkan polisi untuk kembali karena ini bukan masalah besar.
Sekarang tinggal Baba yang dipanggil ke ruang kepala sekolah, “Kenapa kau memanggil polisi? Kita bisa mengatakan pada mereka kalau kali ini kekeliruan, tapi lain kali ... “
“Aku melihat kejahatan, jadi wajar kan kalau aku menghubungi mereka?” elak Baba.
“Tapi mereka mengatakan tidak melakukan apapun,” elak wakil kepala sekolah.
“Sekolah ini punya aturan kami sendiri! Lain kali kau melakukan ini lagi, kau bisa dikeluarkan!” ancam kepala sekolah.
Baba kaget dengan ancaman itu. Tapi ia kemudian melunak dan memilih pergi, mematuhi perintah kepala sekolah untuk tidak berbuat macam-macam lagi.
“Dia tidak ingin meninggalkan sekolah. Aku yakin pasti ada alasan bagi seorang berusia 35 tahun untuk kembali ke sekolah,” ujar kepala sekolah kemudian.
Sementara itu di luar, konselor sekolah Nagamine-sensei tengah menguping pembicaraan dari ruang kepala sekolah. Dia penasaran sendiri apa yang akan terjadi nanti.
Kozumi-sensei berjalan sembunyi-sembunyi. Ia menuju salah satu ruang belakang sekolah.
“Mereka menyebalkan. Aku seharusnya tidak merokok di sekolah tingkat tiga seperti ini,” keluh Koizumi sensei mulai mengeluarkan rokok dan menyalakannya.
Tiba-tiba seseorang mengagetkannya dengan duduk di sebelahnya, “Ah, jadi kau seperti ini sebenarnya. Aku sudah memergokimu.”
“Baba-san! Kalau aku mengatakan salah satu siswa merorkok, mungkin ia harus keluar dari sekolah!” Koizumi-sensei mengancam balik.
Baba menunjukkan rokok di tangannya, “Ini rokok elektrik. Tidak masalah kan. Ah, sebenarnya aku mencoba berhenti merokok dan ini membuatku lapar. Sampai jumpa,” pamit Baba kemudian pergi.
(aseli!!!!! Ini adegan yang paling Kelana ga suka. Kenapa juga Junpei harus ada adegan merokok. Well, mungkin kalau orang lain, okehlah kelana bisa maklum. Lha selama ini kan image-nya Junpei itu pure, msak doski harus merokok. Sebel! Sebel! Siapa elo sis, larang2 orang merokok. Eits, tapi klo diperhatikan dari bahasa tubuhnya nih ya, sepertinya Junpei ini ga biasa merokok. Jadi masi kaku gto. Ye semoga aj, ini Cuma untuk akting aja, ga smpe kehidupan sehari-hari. Kan sayang aja klo beneran, ga cute lagi donk si aa’Junpei ini)
Baba kembali dari kantin setelah membeli makan siang. Sejak disini, dia akan lebih banyak melihat keadaan anak-anak SMA masa kini. Pertama saat seorang siswi menabraknya saat keluar kelas dan buru-buru pergi menjauh. Lalu saat di kelas, sekelompok anak yang tampak berkuasa mengusir yang lain dari meja mereka saat akan makan siang.
Baba memutuskan mendekati anak-anak yang duduk di area tengah kelas. Ia berniat makan siang bersama mereka. Tapi anak-anak itu saling pandang, kemudian melihat sekelompok siswi lain yang tampak lebih berkuasa. Anak-anak itu pun memilih pergi menjauhi Baba dengan berbagai alasan.
Baba kemudian mendekati sekelompok siswi yang tampak berkuasa di pojok kelas. Dan sambutan mereka pun sama sekali tidak ramah. Mereka mulai menyindirnya dengan ucapan-ucapan kasar. Baba tidak punya pilihan, ia akhirnya makan sendirian.
Tampak seorang siswa asyik menyantap makan siangnya di toilet. Tapi tiba-tiba seseorang mengagetkannya.
“Apa yang kau lakukan? Ah, aromanya enak. Kenapa kau makan sendirian di toilet? Apa rasanya lebih enak?” tanya Baba mengagetkan karena muncul dari atas.
Siswi itu kaget dan buru-buru menutup bekal makannya. Ia lalu keluar toliet. Tapi rupanya di luar ada beberapa siswi yang mendengarkan.
Berita seorang siswi makan di toilet sudah heboh di kelas. Pun saat siswi kembali ke kelas, otomatis dia langsung menjadi bulan-bulanan anak-anak lain.
“Ah, Hasegawa! Apa kau makan sendirian di toilet?”
“Atau mungkin kau tinggal disana?” sambung yang lain.
“Ah mungkin saja dia menyewa gratis disana,” ujar yang lain disambut tawa anak-anak.
Siswi itu yang bernama Hasegawa menahan tangisnya. Tapi anak-anak belum puas membully-nya. Mereka bahkan memberikan sebutan untuknya,  Ratu toilet. Hasegawa tidak tahan lagi, ia kemudian buru-buru kabur dari kelas. Anak-anak tidak ada yang menahannya, mereka malah semakin menertawakannya. Baba yang baru saja datang tidak mengerti kenapa anak-anak ini bersikap seperti itu.
Baba kembali datang ke ruang merokok. Ia masih menemukan Koizumi-sensei bertahan disana sendirian. Baba menceritakan apa yang ia saksikan tadi pada wali kelasnya itu.
“Ah, itu namanya toilet makan siang. Sederhananya ... aku tahu aku lebih muda, tapi aku gurumu, jadi aku tidak akan menggunakan bahasa formal ... karena tidak punya teman makan, dia jadi makan sendirian di toilet. Makan sendirian artinya dia tidak punya teman. Dan dia tidak ingin orang lain tahu itu.”
“Aku tidak mengerti. Berat menjadi anak SMA masa kini, huh?” keluh Baba.
“Darimana kau tahu kalau dia melakukan itu?” Koizumi-sensei penasaran.
“Aku melihatnya dari atas. Aku tidak bermaksud ... “
“Jangan buat itu semakin buruk. Kalau itu terjadi, dia mungkin tidak mau datang ke sekolah,” Koizumi-sensei mengingatkan.
Baba tampak berpikir. Ia lalu menyimpan rokok elektriknya dan beranjak pergi.
Apa yang dilakukan Baba? Ternyata ia mempraktekkan yang dilakukan Hasegawa. Ia membali makan siangnya dan makan di dalam toilet yang sempit, sepi dan remang-remang. Baba merinding sendiri.
Pagi berikutnya, Koizumi-sensei mendapatkan telepon. Rupanya orang tua Hasegawa Rina mengabarkan kalau putri mereka tidak mau berangkat sekolah karena sakit.
Tapi tanggapan guru-guru heboh. Mereka berpikir kalau ada siswa pembolos, dan mulai berpikir yang tidak-tidak. Koizumi-sensei berkali-kali mencoba menjelaskan kalau Hasegawa Rina tidak membolos, tapi dia hanya minta izin karena sakit.
Koizumi-sensei malah mengeluh pada Baba, “Bagaimana kalau dia tidak mau berangkat sekolah lagi? Ini semua karena masalah toilet makan siang. Semua orang jadi menertawakannya. Aku yakin Hasegawa Rina melakukan itu selama ini untuk melarikan diri dari mereka. Dan sekarang ... kau harus bertanggungjawab soal ini! Aku aku mengunjunginya sepulang sekolah nanti!”
Baba hanya tercengang dengan keluhan wali kelasnya ini. Saat akan ke kelas, Baba tidak sengaja mendengar anak-anak lain bergosip soal Hasegawa. Bukannya kasihan, mereka malah semakin menertawakan Hasegawa.
Koizumi-sensei berjalan keluar sekolah. Sebuah mobil biru tiba-tiba berhenti di depannya. Kaca mobil itu diturunkan dan tampak Baba yang ada di belakang kemudi.
“Kenapa kau punya mobil sebagus ini?”
“Beruntung, mungkin. Masuklah,” pinta Baba.
Baba dan Koizumi-sensei tiba di rumah Hasegawa. Mereka disambut nyonya Hasegawa yang berpikir kalau ada dua orang guru yang datang. Tapi Baba buru-buru meralat itu dan mengatakan kalau ia juga siswa.
“Ah maaf. Dia bilang sakit kepala sejak pagi tadi,” ujar nyonya Hasegawa membawa guru dan murid itu ke depan kamar Hasegawa Rina.
Di dalam kamar, tampak Hasegawa Rina termenung sendiri. Ia bersandar di tembok masih dalam balutan selimutnya sambil menatap kosong.
“Hasegawa, kau ada di dalam kan?
Okay, here I go. Semua orang menghawatirkanmu di sekolah. Kau tidak bisa mengabaikan semua momen penting itu kan? Kau harus menikmati masa mudamu. Apa ... kau malu?” koizumi-sensei specless akhirnya. Ia lalu meminta Baba untuk minta maaf.
Baba akhirnya ikut bicara juga, “Hasegawa-san. Hasegawa-san... kau cerdas. Soal makan di toilet ... aku tidak pernah memikirkannya saat berusia 17 tahun.”
“Hei, jangan bicarakan soal itu lagi. Langsung minta maaf saja!” perintah Koizumi-sensei.
Rupanya ayah Hasegawa Rina baru datang. Dan dia mendengar pembicaraan Baba soal toilet makan siang. Orang tua Hasegawa Rina heran, karena selama ini putrinya mengaku kalau ia punya banyak teman di sekolah.
Hasegawa Rina yang mendengar suara ayahnya buru-buru membuka pintu kamar, “Ah, mereka hanya salah paham, Yah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
“Apa kau sudah baikan?” tanya ibunyi.
“Ya. Besok aku bisa berangkat sekolah,” elak Hasegawa lagi.
“Bisakah kalian pergi?” pinta Hasegawa Rina pada gurunya itu dan Baba kemudian.
Tapi Baba lebih cepat. Ia menahan pintu kamar Hasegawa Rina, “Kau menyembunyikan sesuatu dari mereka kan?”
“Bukan urusanmu!” Hasegawa Rina berkeras menutup pintunya.
Tapi Koizumi-sensei dan Baba sudah terlanjur melihat lengan kiri Hasegawa Rina. Ada bekas luka sayatan disana.
TO BE CONTINUE ... SEE  U AT PART 2 ^_^

Picture and written by Kelana

SYNOPSIS: 35 sai no Koukousei episode 01 – part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Elang Kelana

12 comments:

  1. Wadduuhhh sampe segitunya nyayat tangan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. huum, ga heran kn klo jepang it salah satu negara dg jumlah bunuh diri yg bnyak
      tekanan hidup disana keras banget

      Delete
  2. arigatou. sinopsisnya bagus ditunggu ep selanjutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup
      sangkyu ud mampir
      sering2 maen ya ^_^

      Delete
  3. Ahh...
    ada yg baru
    ini bagus :)
    cepet dilanjut ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. huum ni ceritanya bagus kq
      ditunggu ya ^_^

      Delete
  4. Salam kenal namaku yulya

    waaaaa....
    Sinop barunya keren sangat kak...
    Arigato kak udh buat sinopx....
    Aq udh nunggu'' sinopsis baru...akhirnya ada yang baru juga,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal jg yulya ^_^

      huum, ni sinop baru n ceritanya jg bagus
      ada junpei jg, blink2 deh
      hehe, ditunggu lanjutannya ya

      Delete
  5. Sekalinya saya nonton dorama, wow banget deh sama dorama ini. Pembullyannya benar2 keras... Saya kalau jadi guru disana ga tahu deh kuat apa ga....

    Penasaran sama traumanya Baba Ayako. Makin kesini makin menegangkan n bagus banget... sayang sub nya lama ya... Tiap pekan saya nontonnya non sub terus hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. berhasil membuat penasaran tingkat tinggi

      sayang sub-nya lama
      klo sub lom keluar, lom DL deh
      huaaaaa ....
      sabar sabar

      Delete
  6. nunggu diadaptasi k-drama bang o_o

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada adaptasi k-dramany juga kah?
      kelana malah ga tau
      hiatus di kampung, jdi ketinggalan info nih
      kira2 siapa ya, yg bkalan memerankan 'baba ayako'-nya?

      Delete

Thank 4 you're comment ^_^

About Me

My Photo

My nick-name is Elang Kelana, my real name is Bening. It'll be ok, just call me Kelana. I'm a blogger. I wrote about myself or about japanese on my blog. I love Japanese and Korean music, movie and drama. This is my blog, www.elangkelana.com

Google+