Drama Jepang, Movie Jepang, Sinopsis Drama Jepang, Review, Fan Fiction, NEWS

Tuesday, December 20, 2011

SINOPSIS Detective Conan: Kudo Shinichi e no Chousenjou (Detective Conan TV series 2011) episode 13 – Final – part 2


Tantangan terakhir Shinichi, the last shock episode

SINOPSIS movie/serial di blog ini adalah buatan sendiri. So, buat teman-teman yang ingin meng-copy untuk kepentingan blog lain, jangan lupa mencantumkan sumbernya. Ayo saling mendukung sesama blogger. Happy reading, check it out . . . ^_^V
Bagian sebelumnya . . .
Shinichi dan Kogoro nekat kembali ke kantor polisi dengan menyamar untuk menyelamatkan Ran. Ketika sampai di ruang jenazah, ternyata yang mereka temukan bukan tubuh Ran, melainkan sebuah manekuin. Dimana Ran sebenarnya? Kogoro yang kesal mulai memukul dan melampiaskan kekesalannya pada Shinichi.
Tanpa diketahui oleh Kogoro dan Shinichi, ada seseorang yang mendengarkan perkelahian mereka di ruang jenazah. Siapa dia? Yups . . . dia adalah dokter yang muncul sebagai dokter ahli forensic di kepolisian Beika, Hirata Hajime.
Seseorang turun dari tangga ruang jenazah. Ia kaget melihat dua orang yang tengah duduk kelelahan, “Apa yang kalian lakukan disini?! Tempat ini bukan tempat untuk orang umum. Aku akan memanggil polisi, jangan kemana-mana. Huh?” lelaki itu berbalik. “Bukankah kau Kudo Shinichi-kun? Bagaimana bisa saksi kunci kejahatan berada disini?”
“Apa ini? Bagaimana kau bisa tahu kalau kami ada disini?” Tanya Kogoro.
“Apa yang kau katakan? Setelah suara gaduh yang kalian buat, siapapun akan mengetahuinya. Meneriakkan “aku akan membunuhmu” di kantor polisi. Apa ini?” ucap Hirata-san.

“Itu karena password dari panel terakhir adalah namamu,” ucap Shinichi.
“Pasword? Apa yang kau katakan?”
“Untuk membuatmu akhirnya keluar . . . kami hanya melakukan ini,” Shinichi mendekatkan speaker dari ponselnya ke sensor yang tertempel di gantungan ponsel milik Ran.
Ini semua kesalahnmu! Aku akan membunuhmu!
“Hanya dengan membuat rekaman ini . . . kami akan diawasi.”
Maaf, paman.
Sebelum mengatakan maaf, cepat temukan Ran. Kau tidak berguna! Aku akan membunuhmu! Ran!
“Ketika kami menemukan ponsel Ran di tempat kejadian . . . aku menyadari ada bagian dari gantungan ponsel ini dengan titik kecil lain. Itulah akhirnya kami . . . “
Flash back
“Bisakah kau membawa kekasihmu kembali dengan tanganmu sendiri?”
“Oi!”
“Shh!”ucap Shinichi.
“Ada apa?” bisik Kogoro.
Shinichi menutup titik kecil di gantungan ponsel Ran, “Ada alat perekam yang ditempelkan di gantungan ponsel ini. Ayo kita manfaatkan orang yang mengawasi kita itu, paman,” pinta Shinichi sambil berbisik.
Kogoro mengiyakan ide Shinichi, “ Autopsi?! Mereka akan melakukan autopsy meskipun Ran masih hidup?”
“Paman, ayo cepat!”
Flash back selesai
“Kami berpura-pura kalau akan mendatangi ruang jenazah sehingga kau akan mendengarnya,” lanjut Shinichi.
“Dan sebelum datang ke kantor polisi ini . . . bocah detective ini dan aku merekam adegan pertengkaran kami,” ucap Kogoro.
“Pelaku yang membuat kami terperangkap dalam ruang serba putih itu . . . adalah kau, Hirata Hajime-san,” ucap Shinichi.
Hirata-san tertawa menikmati kemenangannya, “Kenapa kau berpikir begitu percaya diri? Situasinya masih belum berubah. Untuk menjaga seseorang tetap berada seolah meninggal dalam keadaan hypothermia . . . penting untuk menjaga suhunya,” Hirata-san menunjukkan sebuah remote pengatur di tangannya. “Saat aku memencet tombol ini, pengatur suhunya akan berhenti. Jadi, di suatu tempat di ruangan ini, Mori Ran akan mati.”
Shinichi syok karena ucapan Hirata-san. Ia tidak mengira kalau akan seperti ini. sementara ia belum berhasil menemukan dan menyelamatkan Ran.
“Ya, ya, itu benar Kudo Shinichi. Itu adalah ekspresi yang ingin aku lihat. Kau tampak menyedihkan ketika kau kalah,” lanjut Hirata-san.
“Ketika kita bertemu di kota beberapa waktu yang lalu . . . kau bahkan tidak mengingatku. Kau tidak tahu kalau sepanjang waktu suaramu mengganggu kepalaku. Saat itu . . . seharusnya aku akan menjadi presiden dari Tokyo's Health Sciences University sebagai dokter elit. Aku juga berkontribusi sebagai dokter forensic. Tapi . . . karena kasus kematian di ruang pendingin itu . . . karirku hancur. Apa kau paham? Ini semua kesalahanmu, hidupku menjadi kacau!” Hirata-san menumpahkan kemarahannya pada Shinichi.
“Jadi . . . itu sebabnya kau menyiapkan ruang serba putih itu . . . dan memaksaku mengingat semua kasus yang pernah terjadi,” Shinichi akhirnya mengerti alasan semuanya.
“Karena kau sudah membuat hidup orang lain berantakan . . .  aku pikir itu akan mudah membuatmu mengingat nama dan wajahnya,” Hirata-san menikmati kemenangannya.
“Selamatkan Ran!” pinta Shinichi kemudian. “Dimana Ran?!”
“Tolong, selamatkan dia, iya kan? Gunakan bahasa yang sopan!” Hirata-san mengeluarkan pisau untuk mengancam Shinichi. “ Tidakkah kau sadar dimana posisimu sekarang?!”
“Oi! Bocah detective! Tidakkah kau punya trik untuk ini?” desak Kogoro kemudian.
“Tidak.” Jawab Shinichi lemah.
“Oi!”
 “Hirata-san . . . ini puncak kekalahanku . . . jadi, tolong katakan satu hal. Bagaimana . . . kau membuat kami terjebak dalam ruangan putih itu?”
Hirata-san tertawa menikmati kemenangannya, “Apa itu . . . ? kalau kau ingin tahu, berlututlah dan memohon. Katakan, tolong katakan padaku Hirata-san.”
Akhirnya, dengan mengorbankan semua harga dirinya, Shinichi berlutut di depan Hirata-san, “Hirata-san . . . tolong  . . . beritahu aku . . .  tolong katakan padaku!” pinta Shinichi sambil memelas. (ini bukan stile-nya Shinichi banget deh, huft . . . poor Shinichi)
“Baiklah . . . aku akan mengatakannya padamu. Kekasih yang selama ini kau percayai itu . . . dia yang memberikan kalian pil tidur,” terang Hirata-san.
“Ran . . . dia memberikannya pada kami?”Shinichi tidak percaya dengan ucapan Hirata-san.
“Pertama aku menculik ibu gadis itu. Mudah bagiku membuatnya mengikuti semua perintahku.”
“Apa?! Jadi seperti itu . . . dimana Eri-san sekarang?!” desak Shinichi.
“Dia ada di sebuah yacht New Orient yang berlabuh di Hanmokufuto. Dia tidak terluka. Hanya sedikit kesakitan,” ucap Hirata-san dengan entengnya.
“Itulah kenapa Ran . . . “ ucapan Shinichi terputus.
“Kau menyesalinya? Tidakkah itu menyebalkan?” cibir Hirata-san.
“Ini bukan penyesalan,” Shinichi bangun dari berlutunya.
“Huh?”
“Aku benar-benar kesal. Kau mengambil keuntungan dari hati lembut Ran . . . kau b*****t!” teriak Shinichi kemudian.
“Kau dengar? New Orient yang berlabuh di Hanmokufuto. Tolong cepat!” ucap Kogoro dari perekam di ponsel Ran.
“Apa itu?!”
“Jangan bergerak!” ucap Detektive Sato dan detective Takagi dari belakang Hirata-san.
“Apa ini?!”
“Alat perekammu menggunakan gelombang radio. Jadi aku meminta detective Sato dan detective Takagi untuk melacak dan menyadap di gelombang yang sama,” papar Shinichi.
“Sejak kapan . . . “ Hirata-san tidak percaya rencananya ini akan berantakan seperti ini.
Ternyata tadi ketika menyamar dan masuk kembali ke kantor polisi, Shinichi dan Kogoro yang bertemu di depan kantor polisi sempat memberikan pesan pada detective Sato.
“Kudo-kun tidak akan menyamar dan nekat masuk ke kantor polisi kecuali dia ingin meminta kami bekerja sama secara rahasia untuk melakukan sesatu.
Jangan katakan apapun. Tolong temui kami tangga . . . kita akan bertemu di ruang masuk.
“Sekarang Eri Kisaki-san akan selamat oleh polisi local,” lanjut detective Takagi.
Hirata-san nekat melepaskan diri dari todongan pistol detective Takagi dan detective Sato, “Aku akan menekannya (tombol pengatur suhu)!”
“Bodoh! Itu berbahaya,” Shinichi yang menghindari sabetan pisau Hirata-san menghindar ke samping. Ia terpojok. Tapi menggunakan sebuah tabung di sisinya, Shinichi membuatnya terlempar tepat ke tangan Hirata-san.
Pisau dan remote pengatur itu lepas dari tangan Hirata-san. Akhirnya Hirata-san bisa ditangkap oleh kedua detektif itu.
“Hirata-san, kau ditangkap karena percobaan pembunuhan!”
“Ran!”
“Ran!” Kogoro dan Shinichi berpencar di ruang jenazah itu mencari Ran.
Akhirnya Shinichi berhasil menemukan Ran. Ia terbaring di atas meja dengan selambar kain menutupinya.
“Ran! Ran, bertahanlah! Ran . . . Ran, bangunlah. Aku . . . apa aku tidak tepat waktu?” Shinichi meraih tubuh Ran di tangannya. Shincihi menangis.
Kogoro melihat putrinya yang dipeluk oleh Shinichi itu dengan sedih, ia juga menangis. Air mata Shinichi mengenai wajah Ran. Perlahan, Ran mulai bergerak. Ia membuka mata.
“Shinichi? Apa kau menangis?”
“Bodoh,” Shinichi menghapus air matanya. “Kau yang menangis,” elaknya pula.
“Shinichi . . . maaf . . . kau marah kan?” ucap Ran pelan.
“Aku benar-benar marah pada diriku sendiri. Ran sendirian di ruang putih itu . . . dan kesulitan sepanjang waktu. Dan akhirnya, aku tidak juga menyadari hal itu. Aku benar-benar . . . minta maaf,” Shinichi menyesal.
“Shinichi . . . “
“Tapi . . . aku senang karena kau selamat.”
“Ayah . . . “ Ran berpaling ke arah ayahnya. “Ayah, aku minta maaf sudah membuatnya khawatir juga.”
“Ah, itu . . . itu tidak apa-apa. Yang penting kau selamat. Eri juga baik-baik saja. Semuanya akan baik-baik saja sekarang. Jadi, aku pikir lebih baik aku akan menjemput Eri sekarang,” ucap Kogoro sambil menghapus air matanya, lega kemudian beranjak pergi meninggalkan Ran dan Shinichi.
“Syukurlah . . . “ Ran menghembuskan napas lega.
“Oke, ayo kita membawamu ke rumah sakit,” Shinichi mengangkat tubuh Ran dalam gendongannya. (krik krik . . . disini ga ada adegan ciuman Ran-Shinichi).
“Ngomong-ngomong Shinichi, menjadi seorang detective, kau tidak bisa melakukan hal lain selain menyelesaikan kasus huh?” Tanya Ran.
“Aku pikir begitu sekarang . . . “
“Ya.”
“Aku akan menjadi detective. Aku akan menjadi detective yang bertanggungjawab terhadap kasus yang pernah aku selesaikan. Hal itu yang benar-benar aku pahami sekarang,” ucap Shinichi. (maksudnya Shinichi akan lebih berhati-hati dalam mengungkap sebuah kasus, dan tidak menyebabkan masalah lain di kemudian hari seperti kasus Hirata Hajime-san)
 “Aku tahu  . . . “
“Tentu saja. Ahh! Sejak kita berada terperangkap cukup lama di ruang putih . . . setelah kau keluar dari rumah sakit, ayo pergi ke tempat yang lapang dan berpesta,” usul Shinichi.
“Taman bermain!” Ran girang menyambut tawaran Shinichi itu.
“Baiklah, baiklah. Jadi kalau kau sudah membaik . . . dan memenangkan pertandingan karate  . . . kita akan pergi ke taman bermain.”
"Tropical Land" beberapa bulan kemudian.
“Shinichi yang mengajakku, tapi kau terlambat,” keluh Ran.
“Maaf, maaf. Aku yang akan mentraktirmu hari ini. Ran, kau mau naik apa?”
“Tentu saja. Itu . . . “
Sementara itu, dari sebuah limousine yang berhenti di depan gerbang tropical land, tampak seorang gadis memperhatikan Ran dan Shinichi, “Aku mengkhawatirkan mereka selama ini, dan mereka pergi kencan? Ok, baiklah. Tidak ada alasan bagiku ikut campur. Ayo pergi!” pinta Sonoko
“Ah, Ran. Ini,” Shinichi memberikan sebuah gantungan ponsel pada Ran.
“Ah, aku senang,” Ran girang mendapat hadiah dari Shinichi itu.
Mereka berdua lalu berjalan masuk ke area tropical land, bersenang-senang.

Prolog
Seperti ini, kasus ruang serba putih terselesaikan . . . Ran kembali ceria . . . dan kami berdua bersenang-senang di taman bermain. Sebenarnya, ini adalah awal kami akan terlibat kasus besar . . . dan aku terjebak pengalaman buruk dengan beberapa lelaki misterius berjubah hitam . . . oke, itu cerita lain kali.

Kyaaaaa !!!! serial ini sudah selesai. Hiks . . . coba lebih panjang lagi. Aiiih . . . petualangan cowok keren satu ini emang ga ada matinya ya, selalu aja ada yang asyik buat disimak. 
pesan penting di episode ini : Detektif juga manusia, yang kadang melakukan kekeliruan. tapi dengan besar hati, Shinichi mengakuinya dan berniat untuk berubah menjadi lebih baik. love Shinichi
Kasiaaaaaaan, Ran. Kisah cintanya selalu to be continue. 16 tahun jadi nak sma, dan selalu menunggu Shinichi? Ya Cuma ada di komik (1995-2011), ihihihi . . . ditunggu deh petualangan seru berikutnya.
Oya, Kogoro jelas udah ada, trus Eri, mamanya Ran juga keluar, Heiji juga ada. Nah lo, kapan Kid keluar ya? Trus babeh ma nyaknya Shinichi? Kpn muncul ya? Moga aja dilanjutin, dan mereka2 ini juga bakalan muncul, hehehe . . .
Picture and written by Kelana

Salam kenal dari Kelana buat seluruh pecinta serial detective satu ini di manapun berada, hehehehe . . . ^_^V


SINOPSIS Detective Conan: Kudo Shinichi e no Chousenjou (Detective Conan TV series 2011) episode 13 – Final – part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Elang Kelana

4 comments:

  1. waaaaaw thanks iia aq jdi tau ceritanya

    seru yg seriesnya juga

    thanks from synopnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. huum, sama2
      san kyuu ud mampir ke blog-ku

      Delete
  2. Makasih sinopsis ya....
    Seneng banget baca cerita ^o^

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup sma2 marcella
      tengkyu jg ud mampir k blog kelana
      hehehe ...
      salam kenal ^_^

      Delete

Thank 4 you're comment ^_^

About Me

My Photo

My nick-name is Elang Kelana, my real name is Bening. It'll be ok, just call me Kelana. I'm a blogger. I wrote about myself or about japanese on my blog. I love Japanese and Korean music, movie and drama. This is my blog, www.elangkelana.com

Google+