Drama Jepang, Movie Jepang, Sinopsis Drama Jepang, Review, Fan Fiction, NEWS

Saturday, October 29, 2011

SINOPSIS Hanazakari no Kimitachi e (Hana-Kimi) 2011 episode 3


SINOPSIS movie/serial di blog ini adalah buatan sendiri. So, buat teman-teman yang ingin meng-copy untuk kepentingan blog lain, jangan lupa mencantumkan sumbernya. Ayo saling mendukung sesama blogger. Happy reading, check it out . . . ^_^V



Mizuki masih syok dengan yang baru saja dialaminya. Ia membawa sekotak penuh minuman menuruni tangga, sementara Nakatsu dan Nakao menyusul di belakangnya.
“Hei, Mizuki kau kenapa?” Tanya Nakatsu.
Tiba-tiba saja Kayashima menyusul di belakang mereka semua, “Dia baru saja dicium oleh Sano,” ucap Kayashima.
Nakatsu yang sedang membawa minuman menyemprotkan minuman itu karena kaget. Mizuki pun tidak kalah kaget, karena Kayashima tahu hal ini.
“Aku juga pernah jadi korbannya,” komentar Nakao kemudian.
“Apa?!” Mizuki kaget.
Kemudian muncullah beberapa anak asrama Ohsaka yang lain dengan komentar yang sama, “Aku juga”, “Aku juga.” Terakhir Nakatsu, “Aku juga.”

Mizuki tambah syok. Karena ternyata teman-temannya yang lain juga pernah mengalami hal itu.
“Itu kebiasaan buruk Sano ketika makan atau minum yang mengandung alcohol. Dia langsung berubah menjadi monster pencium,” ungkap Nakao lagi.

Mizuki kembali ke kamar, disana tinggal Sano seorang. Anak-anak lain sudah pergi dari pesta di kamar itu. Karena masuk mengendap-endap, Mizuki kaget waktu Sano yang sedang tiduran kemudian bangun.
“Sano, maaf aku masuk diam-diam. Aku tidak ingin . . . “
Belum selesai ucapan Mizuki, Sano telah ambruk lagi. Ternyata ia masih tidur. Mizuki kesal sendiri, dan kemudian naik ke atas, ke kamarnya sendiri.

Paginya . . .
Seperti biasa anak-anak Ohsaka yang selalu penuh festival sudah berkumpul di ruang makan. Nakatsu yang masih kesal karena Sano mencium Mizuki, mulai melakukan hal-hal aneh supaya Sano tidak ikut dalam pertandingan kali ini.
Pengundian dilakukan, mulai dari asrama 1, asrama 3 dan terakhir asrama 2. Dari asrama 2, ada Nanba sang ketua dorm, Sekime, Noe, Mizuki dan terakhir Nakatsu.

Hari latihan . . .
Mizuki sudah siap dengan seragam olahraganya dan sepatunya. Karena mendapat bagian lari estafet, disini Mizuki mulai latihan lari. Tapi Sekime kemudian mengusulkan agar Mizuki ikut juga dalam pertandingan memperebutkan pita yang diikat di kepala, antar asrama. Karena Mizuki paling kecil, maka ia yang harus naik.
Tim ini terdiri dari Sano, Nakatsu, Noe dan Mizuki. Kontan saja, Nakatsu yang memang sudah terobsesi dengan Mizuki langsung berpikiran aneh-aneh. Belum sempat Mizuki naik, Kagurazaka datang.
Kagurazaka mendatangi Sano dengan membawa sebuah selebaran tentang perlombaan lompat tinggi antar SMA 2011.
“Aku tidak tertarik,” ucap Sano ketus.
“Sampai kapan kau akan seperti ini terus?” Kagurazaka akhirnya kesal sendiri dengan rivalnya yang satu ini kemudian pergi.

Di tempat lain,
Nakao bersama dokter Umeda mengintai Nanba yang sedang mendatangi toko bunga. Keluar dari toko bunga, Nanba yang membawa sebuket bunga langsung tebar pesona pada gadis-gadis yang lewat. Ia memberikan masing-masing setangkai bunga itu pada mereka sambil membisikan kata-kata rayuan yang membuat mereka melayang. Paling ujung, ternyata ada Nakao.
Nakao langsung menjewer pipi Nanba dan mengajaknya pergi. Dan Nanba yang playboy masih tidak lupa untuk meminta alamat email mereka.Tapi belum jauh, Nanba dan Nakao dihentikan oleh seorang wanita yang memanggil nama Nanba.
“Minami,” ucapnya.
Nanba berbalik dan melihat wanita itu mendekat. Melihat wanita itu, Nanba malah beranjak pergi dan tidak mempedulikannya. Nakao bingung dengan sikap Nanba yang tiba-tiba berubah.
Dokter Umeda yang melihat itu lalu menyapa wanita itu. Nakao bingung. Dokter Umeda lalu menceritakan kalau wanita itu adalah mantan pacar Nanba, tapi ia lebih tua dari Nanba. Wanita itu dulunya adalah guru privat Nanba.

Kembali ke asrama,
Sano yang sedang menunggu bajunya selesai di cuci duduk sambil memgangi kakinya. Ia teringat peristiwa yang membuat kakinya itu terluka. Ia juga ingat ketika setelahnya, ia kehilangan kemampuannya untuk melompat tinggi lagi.
Nakatsu yang juga akan mencuci baju, terhenti melihat Sano sedang melamun.
“Tidak akan ada yang berubah,” sindir Nakatsu.
Sano akhirnya menurunkan kakinya. Dasar Nakatsu, tidak berbakat untuk bicara sedikit bijak, ia akhirnya mulai memasukan pakaiannya ke mesin cuci sambil menggoda Sano.

Di kamar, Mizuki sedang melihat kliping artikel yang dikumpulkannya. Dan semua artikel itu tentang Sano. Bagaimana Sano dengan bangganya tersenyum setelah memenangkan kejuaraan lompat tinggi.
Sano tiba-tiba masuk. Mizuki yang kaget buru-buru menutup klipingnya dan membereskan kertas dan buku-buku lain yang berserakan. Tapi ternyata ada selembar guntingan kliping yang terjatuh di dekat Sano. Sano yang melihat itu tertegun lalu mengambilnya.
Mizuki buru-buru turun dan mengambil guntingan kliping itu dari tangan Sano. “Um . . . Sano, bagiamana dengan lompat tinggi?”
Tapi Sano tidak peduli dan meneruskan kesibukannya, seakan tidak ada Mizuki yang menanyakan hal itu padanya.

Mizuki tidak bisa tidur. Ia akhirnya turun dan keluar kamar. Mizuki melihat Nakao yang sedang duduk di ruangan yang juga ada kandang Youjiro. Mizuki lalu mendekatinya. Mereka berdua curhat layaknya sahabat.
“Aku tidak bisa tidur. Kau?” Tanya Mizuki yang duduk di sebelah Nakao.
“Aku juga. Tadi aku melihat mantan pacar Nanba,” cerita Nakao.
“Hmm . . . “
“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi sepertinya mereka ada masalah,” ucap Nakao lagi.
Mereka ngobrol cukup lama, hingga akhirnya Mizuki meninggalkan Nakao yang mengelus-elus Youjiro sendirian. Sementara di kamar, Sano juga tidak bisa tidur. Ia memikirkan apa yang tadi ditanyakan Mizuki, tentang lompat tinggi.

Hari festival,
Seperti biasa, festival di SMA Ohsaka selalu diramaiakan dengan banyaknya anak-anak SMA lain yang datang untuk memeriahkan suasana. Dan kebanyakan anak cewe. Tidak ketinggalan anak-anak St. Blossom dan SMA Toukyo juga datang.
Pertandingan pertama adalah memasukan bola ke keranjang. Ketika anak-anak asrama 2 memasukan bola satu per satu, maka anak-anak asrama 1 langsung memasukan semua bola ke keranjang. Jelaslah asrama 1 yang menang. Asrama 2 bengong karena kalah. Disini tidak tampak anak-anak asrama 3, entah dimana mereka. (hehehe . . . )

Di tempat lain,
Mantan pacar Nanba mendatangi Nanba. Mereka bicara di bawah pohon. Entah karena masalah apa di masa lalu, Nanba sepertinya masih kesal pada mantan pacarnya itu.
Sementara itu Mizuki dengan Nakao mendekat. Mereka akan memberikan ikat kepala kepada Nanba. Tapi melihat Nanba sedang berbicara dengan wanita itu, mereka berhenti dan bersembunyi. Sepertinya Nakao sangat kesal, dan ia pun lalu pergi begitu saja. Mizuki masih bertahan memperhatikan Nanba dan wanita itu. Ketika Nanba pergi dan melewatinya, ia tidak tahu kalau ada Mizuki di dekat situ sedang memperhatikannya dan sempat mendengar pembicaraan mereka juga.

Pertandingan kedua, masih antara asrama 1 dan 2. Memperebutkan pita ikat kepala sambil menaiki tangan teman-temannya. Pertama 2 lawan 2. Ternyata tinggal tersisa Mizuki dan tim dengan Tennouji dan tim. Mereka memperbutkan pita dengan sengit, hingga . . . tim Mizuki jatuh.
Mizuki, Sano, dan Noe tidak ap-apa, tapi Nakatsu terkilir. Mereka membawa Nakatsu ke asrama. Dan karena tim asrama 2 jatuh, maka pemenangnya adalah asrama 1.

Di ruang makan,
Nakatsu dipapah oleh teman-temannya.
“Nakatsu, maafkan aku,” ucap Mizuki merasa bersalah.
“Sudahlah, aku tidak apa-apa,” ucap Nakatsu sambil memijit-mijit kakinya.
Sementara itu Sano hanya terdiam dan memperhatikan mereka semua di belakangnya.
Di tempat lain, anak-anak SMA Toukyo dihadang oleh anak-anak St. Blossom. St. Blossom tidak terima jika mereka menjelek-jelekkan SMA Ohsaka. Dari arah lain datang juga anak-anak SMA Ohsaka.
“Aku hanya ingin tahu, sejauh mana kemampuan anak-anak SMA Ohsaka. Apa sampai disini saja?” ucap Kagurazaka dengan ketus.

Anak-anak Ohsaka berkumpul di ruang makan. Mereka membahas apa yang sudah dikatakan Kagurazaka dari SMA Toukyo yang menjelek-jelekkan sekolah mereka.
Nakatsu akhirnya menengahi mereka semua. “Kalau begitu, kita buktikan pada mereka siapa sebenarnya anak-anak SMA Ohsaka.” Yang disambut meriha oleh teman-temannya yang lain.

Ketiga asrama datang bersamaan ke area pertandingan. Mereka, diwakili ketua asrama masing-masing menyatakan akan bertanding dengan jujur dan melakukan yang terbaik untuk SMA Ohsaka.

Di pinggir arena, ketiga kepala sekolah dari ketiga SMA berkumpul. Kepala sekolah Ohsaka yang merupakan satu-satunya wanita disana, menjadi bersemangat melihat anak-anaknya SMA Ohsaka serius untuk bertanding.
Tidak ketinggalan juga Kagurazaka dan kedua temannya dari SMA Toukyo, mereka tersenyum melihat anak-anak Ohsaka yang berlaga. Di tenda lain, Hibari dan teman-temannya dari SMA St. Blossom juga tersenyum lega.

Pertandingan ketiga, lari estafet.
Nakatsu yang merupakan pelari terakhir dalam lari estafet ini memaksa untuk ikut. Tapi akhirnya menyerah karena kakinya tidak bisa diajak kompromi.
“Senpai, aku akan melakukannya,” ucap Sano kemudian.
Anak-anak yang lain bingung dengan ucapan Sano. Bahkan Mizuki yang akan mendekati Sano yang sedang bersiap, ditahan oleh Nakatsu.

Lari estafet dimulai. Pelari pertama dari asrama 2 adalah Nanba, sang ketua asrama. Masing-masing perwakilan dari tiap asrama bersaing menjadi yang terdepan. Ganti pada pelari kedua, ada Sekime dari asrama 2 dan Oscar dari asrama 3.
Tapi dasar Oscar, dia malah duduk manis sambil memegang paying di tengah lintasa. Setelah tongkat ditangan, Oscar bukannya buru-buru lari, malah lari santai masih sambil memegangi payungnya.
Di bangku penonton, anak-anak asrama 1 dan 2 heboh menyemangati teman-teman mereka yang sedang bertanding. Berbeda dengan asrama 3, yang sepi-sepi saja. Tapi begitu tongkat estafet ada pada Oscar, mereka langsung beranjak.
“Masao !” teriak anak-anak asrama 3
Oscar masih tidak peduli. Namanya Oscar Masao Himajima, tapi ketua asrama satu ini paling benci jika teman-temannya memanggilnya dengan nama Masao.
Anak-anak asrama 3 semakin heboh meneriakan nama Oscar, “Masao . . . Himejima Masao,” lengkap dengan tarian dan kipas di tangan.
Ulah anak-anak asrama 3 ini ternyata berhasil membuat Oscar marah. Ia akhirnya melepas payungnya dan mulai berlari mengejar anak-anak lain.

Pelari ke-3, Noe. Tapi saat memberikan tongkat pada Noe, Sekime sempat terjatuh. Akhirnya asrama 2 ketinggalan. Mizuki mendekati Sano yang akan menjadi pelari terakhir menggantikan Nakatsu. Sano melihat teman-temannya berlari, ia teringat kegagalannya dalam lompat tinggi sebelumnya.
“Kau pasti bisa, Sano,” ucap Mizuki mengagetkan Sano. “Noe !!!” Mizuki lalu meninggalkan Sano sendiri sambil menyemangai Noe. Ia beranjak ke posisi start, sebagai pelari ke-4, setelah Noe.
Saat Mizuki berlari dan mengejar ketinggalan, Sano memperhatikannya. Ia mulia bersemangat dan memiliki optimism untuk berlari.

Pelari terakhir adalah Sano. Disini ada persaingan seru antara asrama 1 dan 2. Asrama 3 ternyata masih tetap tertinggal di belakang.
Anak-anak asrama 2 heboh menyemangati Sano. Sano yang sudah menemukan semangatnya lagi berlari terus. Hampir saja Sano menang di finish, tapi ternyata lebih dulu pelari dari asrama 1.
Meski kalah, anak-anak asrama 2 menyambut Sano dengan meriah. Mereka senang karena Sano akhirnya mau kembali ke lapangan. Mereka mengangkat Sano ke atas. Di sekeliling mereka ternyata hal yang sama juga terjadi pada anak-anak asrama lain. Mereka merayakan kemenangan masing-masing.

Seperti biasa, anak-anak Ohsaka mengakhiri pertandingan kali ini dengan pesta. Kali ini merka pesta di ruang makan.
“Sano, kau tidak minum alcohol lagi kan?” Tanya salah seorang anak asrama 2.
Sano bingung dengan pertanyaan ini.
“Bisa-bisa kali ini kau akan memakan korban lagi (monster pencium). Kau tahu, korbanmu kemarin adalah Mizuki,” Sano tidak berkomentar, meski sebenarnya ia malu.
Mizuki lebih malu lagi, karena anak-anak asrama 2 yang lain pun akhirnya tahu.
Kembali ke kamar,
Sano sedang membereskan baju-bajunya. Mizuki masuk sambil berceloterh ceria tentang betapa menyenangkannya hari ini.
“Kau ini aneh,” komentar Sano.
“Eh, kenapa?”
“Tapi, terimakasih,” Sano mengucapkan itu sambil tersenyum, tapi buru-buru mengalihkan pandangannya karena gengsi pada Mizuki.
Mizuki senang dengan perubahan Sano hari ini. Mereka akhirny tersenyum bersama. (disini Sano lebih banyak senyum dibanding versi 2007, dan senyumnya juga . . . maniiiis, hehe)

Paginya,
“Selamat pagi,” ucap Sekime pada Mizuki,
“Eh, pagi. Apa kau melihat Sano?” Tanya Mizuki.
“Ah tidak.”
Nakatsu yang sedang makan bersama Kayashima jelous karena yang dicari Mizuki adalah Sano dan bukan dirinya. Dan seperti biasa, Nakatsu bersikap aneh dengan bermonolog sendiri.
Mizuki akan mengambil makanannya di kantin, tapi Youjiro si anjing mendatanginya. Youjiro lalu membawa Mizuki keluar.

Ternyata Youjiro membawa Mizuki ke lapangan. Disana ada Sano yang sedang bersiap untuk kembali melompat. Apakah kali ini Sano berhasil melompat? Simak di episode selanjutnya . . . to be continue
Sampai jumpa di episode selanjutnya, ditunggu commentnya . . . ^_^

SINOPSIS Hanazakari no Kimitachi e (Hana-Kimi) 2011 episode 3 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Elang Kelana
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Thank 4 you're comment ^_^

About Me

My Photo

My nick-name is Elang Kelana, my real name is Bening. It'll be ok, just call me Kelana. I'm a blogger. I wrote about myself or about japanese on my blog. I love Japanese and Korean music, movie and drama. This is my blog, www.elangkelana.com

Google+